Keluarga Besar UPTD SMP Negeri 1 Konang
Kepala Sekolah memberi semangat kepada guru.
Team Akreditasi
Team Akeditasi foto bersama dengan Kepala Sekolah beserta guru-guru UPTD SMP Negeri 1 Konang.
Kubah Rumah
Kubah Rumah Berbentuk setengah bola.
Rabu, 04 November 2020
Sabtu, 17 Oktober 2020
Rabu, 09 September 2020
Jumat, 07 Agustus 2020
Penilaian Harian Matematika Kelas 9 Materi Perpangkatan dan Bentuk Akar Tahun 2020
Kerjakan Soal Berikut dengan Cermat!
Minggu, 07 Juni 2020
Pelaksanaan New Normal di Sekolah
Akibat pandemi virus corona yang sampai saat ini belum berakhir, maka pemerintah berencana melaksanakan new normal khususnya kegiatan pembelajaran di sekolah. Istilah new normal mempunyai makna perubahan kebiasaan atau aktivitas baru dalam rangka mencegah semakin menyebarnya virus corona.
Sabtu, 06 Juni 2020
Download Perangkat KBM Kelas 9
Pada posting kali ini saya akan membagikan file-file perangkat KBM kelas 9
Jumat, 05 Juni 2020
Kamis, 04 Juni 2020
Perpangkatan
Pangkat
adalah bilangan positif atau negatif yang diletakkan di sebelah kanan atas
sebuah bilangan pokok. Pangkat menyatakan nilai yang digunakan untuk
meningkatkan atau menurunkan bilangan pokok. Bentuk uumum
perpangkatan adalah an = a x a x a x ….. a (sebanyak n faktor). Dalam
hal ini a disebut bilangan pokok dan n disebut eksponen (pangkat) dari a.
Sifat-sifat
perpangkatan
1.
am x an = am+n,
2.
am : an = am-n,
3.
(am)n = amxn,
4.
(a x b)m = am x bm,
5.
(a : b)m = am : bm,
6.
a0 = 1, dengan a ≠ 0,
Teorema Pythagoras
Teorema Phytagoras
adalah teori yang menunjukan antara sisi-sisi dalam segitiga siku-siku. Selain
dalam matematika, Phytagoras juga digunakan dalam bidang ilmu lainnya seperti
fisika, astronomi dan lain sebagainya. Phytagoras juga tidak hanya digunakan
untuk menghitung bidang dua dimensi, ini juga digunakan dalam perhitungan
bangun 3 dimensi.
Teorema Phytagoras ini
pertama kali ditemukan oleh seorang ahli matematika berkebangsaan Yunani
bernama Phytagoras.
Bunyi dan Rumus Teorema Phytagoras
Teorema Phytagoras
menjelaskan mengenai hubungan antara panjang sisi pada segitiga siku-siku.
Bunyi Teorema Phytagoras yaitu “Pada segitiga siku-siku, kuadrat sisi
terpanjang adalah sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi penyikunya.
BC2 =
AC2 +
AB2
a2 = b2 + c2
a2 = b2 + c2
Keterangan:
BC = sisi terpanjang atau hipotenusa
AC dan AB = sisi penyiku
BC = sisi terpanjang atau hipotenusa
AC dan AB = sisi penyiku
Himpunan
Himpunan adalah sekelompok atau kumpulan benda/ obyek yang anggotanya bisa didefinisikan atau ditentukan secara jelas. Jadi, objek himpunan harus dapat didefinisikan secara jelas sehingga bisa dibedakan antara objek yang termuat atau yang tidak termuat dalam sebuah himpunan.
Contoh Himpunan
Supaya lebih jelas memahami apa yang dimaksud dengan himpunan,
silahkan langsung simak contoh contoh dibawah ini.
a)
Kumpulan pria ganteng
b)
Kumpulan orang yang bijaksana
c)
Kumpulan pulpen, buku, penggaris, pensil, penghapus
d)
Kumpulan duku, pisang, salak, durian, jeruk, rambutan
Penjelasan contoh masalah
himpunan:
Pada contoh (a) yakni kumpulan pria ganteng; pengertian dari
pria ganteng memang relatif & tidak bisa didefinisikan secara jelas. Untuk
kasus (b) sifat bijaksana merupakan hal yang tak bisa didefinisikan secara
jelas sebab setiap orang mempunyai penilaian yang tidak sama (relatif).
Kesimpulan:
Jadi, bisa disimpulkan jika contoh a dan
b bukan termasuk himpunan dikarenakan anggotanya tidak bisa didefinisikan
secara jelas.
Sementara pada contoh kasus c, adalah
kumpulan dari alat tulis, sementara contoh d ialah kumpulan buah buahan.
Jadi, contoh c dan d termasuk himpunan sebab anggotanya bisa didefinisikan
secara jelas. Yakni (c) himpunan dari alat tulis kemudian kasus (d) adalah
himpunan buah-buahan.
Cara Menyatakan Suatu Himpunan
Dalam menyatakan sebuah himpunan terutama dalam ilmu matematika,
bisa dinyatakan kedalam beberapa cara seperti:
1.
Menyatakan
himpunan menggunakan kata-kata/ menyebut syarat-syaratnya
Misalnya;
A = { bilangan
prima lebih dari 20 }
B = { bilangan
asli dari 7 hingga 25 }
2.
Yang
kedua menyatakan himpunan dengan cara menyebutkan/ mendaftar
anggota-anggotanya.
Hal
ini dilakukan dengan cara anggota himpunan tersebut akan dituliskan dalam
kurung kurawal. Kemudian anggota satu dengan lainnya dipisahkan oleh tanda
koma.
Misalnya;
A = { salak, jeruk, jambu, mangga, semangka }
( himpunan yang memiliki anggota sedikit/
terbatas).
B = { Medan,
Aceh, Padang, Palembang, Lampung,….., Makasar } (berlaku pada himpunan yang
anggotanya lebih banyak namun terbatas).
C = { 2, 4, 6, 8, 10, 12, ….. }
(untuk himpunan
dengan jumlah anggota banyak namun tidak terbatas).
3.
Menyatakan
sebuah himpunan menggunakan notasi pembentuk himpunan
Untuk cara ini, kamu harus
mengikuti aturan berikut:
a) Benda/objeknya dilambangkan dalam sebuah peubah yakni (a, b,…,
z).
b)
Menulis syarat keanggotaannya berada dibelakang tanda ‘I’.
Misalnya;
A = { z ½ z < 11, z bilangan prima }
Dibaca: himpunan setiap z
sedemikian hingga z ialah kurang dari 11 dan z ialah bilangan prima.
B = { (a,b) ½ b + a = 7, a dan b bilangan cacah }
Dibaca: himpunan dari pasangan a dan juga b sedemikian hingga b
ditambah a sama dengan 7 sedangkan a dan b merupakan bilangan cacah.
Rabu, 03 Juni 2020
SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Ikatan Guru Indonesia
Memasuki
abad 21 pendidikan diharapkan dapat mempersiapkan siswa dalam menghadapi
tantangan di masa depan yang mungkin saat ini tantangan atau masalah tersebut belum
muncul. Untuk itu pendidikan diharapkan
dapat membekali siswa dengan kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai pada abad 21.
Kecakapan
abad 21 yang harus dipersiapkan meliputi : berpikir kritis, pemecahan masalah,
komunikasi dan kolaborasi. Berpikir kritis berarti siswa mampu mensikapi ilmu
dan pengetahuan dengan kritis, mampu memanfaatkan untuk kemanusiaan. Mampu
memecahkan masalah berarti mampu mengatasi permasalahan yang dihadapinya dalam
proses kegiatan belajar sebagai wahana berlatih menghadapi permasalahan yang
lebih besar dalam kehidupannya. Ketrampilan komunikasi merujuk pada kemampuan mengidentifikasi,
mengakses, memanfaatkan dan memgoptimalkan perangkat dan teknik komunikasi
untuk menerima dan menyampaikan informasi kepada pihak lain. Terampil kolaborasi
berarti mampu menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan sinergi.
Untuk mempersiapkan siswa menghadapi abad 21
diperlukan guru yang profesional sehingga dapat memberi bekal terhadap siswa
kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi
tersebut. Untuk membekali siswa kemampuan komunikasi, guru harus membekali diri
salah satunya adalah dengan meningkatkan kemampuan menggunakan media sosial seperti
pemanfaatan blog untuk pendidikan.
Namun demikian sampai saat ini masih banyak guru
yang belum mengetahui pengetahuan tentang blog. Ikatan Guru Indonesia (IGI)
menyadari kenyataan tersebut. Untuk itu Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengadakan
program yang dinamakan SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog). Tujuan dari program
ini yaitu agar guru-guru di Indonesia mempunyai pengetahuan tentang blog dan
mampu mengelola blog untuk kemajuan pendidikan. Dengan aktif di blog maka
diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme seorang guru.
Kegiatan dari SAGUSABLOG adalah berupa workshop
secara online. Terdapat dua kali worshop SAGUSABLOG, yaitu SAGUSABLOG DASAR dan
SAGUSABLOG LANJUTAN. Untuk bisa mengikuti workshop SAGUSABLOG DASAR secara gratis,
maka terlebih dahulu mendaftarkan diri menjadi anggota IGI. Sedangkan untuk
dapat mengikuti workshop SAGUSABLOG LANJUTAN peserta harus lulus SAGUSABLOG
DASAR.
Berikut adalah video cara mendaftarkan diri menjadi
anggota IGI dan langkah-langkah mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh
IGI.
Selasa, 02 Juni 2020
Bangun Datar
Persegi panjang (bahasa
Inggris: rectangle)
adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua
pasang sisi yang
masing-masing sama panjang dan sejajar dengan
pasangannya, dan memiliki empat buah sudut yang kesemuanya
adalah sudut siku-siku.
Persegi panjang merupakan turunan dari segi empat yang
mempunyai ciri khusus dua sisi sejajar sama panjang dan keempat sudutnya
siku-siku (90°).
Persegi adalah bangun segiempat yang memiliki empat sisi sama panjang dan empat sudut siku-siku.
Unsur-unsur
persegi panjang dan persegi :
· sisi, panjang, lebar, diagonal, sudut,
keliling
Sifat-sifat persegi panjang :
· sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan
sejajar
· keempat sudutnya sama besar yaitu 900
· diagonal-diagonalnya saling berpotongan
ditengah
Sifat-sifat persegi :
· semua sisi sama panjang
· keempat sudutnya sama besar yaitu 900
· diagonal-diagonalnya berpotongan ditengah
saling tegak lurus
Keliling persegi panjang dan
persegi :
· Kpp
= p + l + p + l atau Kpp
= 2 (p + l)
· Kp =
s + s + s + s atau Kp
= 4 s
Luas persegi panjang dan
persegi :
· Lpp
= p x l
·
Lp = s
x s atau Lp
= s2
Barisan Bilangan
Jika
bilangan-bilangan diurutkan dengan aturan tertentu, maka akan diperoleh suatu
barisan bilangan. Tiap-tiap bilangan yang terdapat pada barisan bilangan disebut
suku dari barisan itu. Bilangan-bilangan yang
diurutkan dengan pola (aturan) tertentu membentuk suatu barisan bilangan. Namun
demikian barisan bilangan dapat pula dibentuk dari bilangan-bilangan yang tidak
mempunyai pola (aturan) tertentu. Bilangan-bilangan yang membentuk suatu
barisan bilangan disebut suku barisan tersebut.
Ada beberapa
susunan bilangan yang dapat digambarkan dalam pola-pola tertentu, seperti pola
bilangan genap, pola bilangan ganjil, pola bilangan segitiga, pola bilangan persegi,
pola bilangan persegi panjang dan pola bilangan segitiga pascal.
Selanjutnya pada
tingkat SMP barisan bilangan yang dibahas lebih lanjut adalah barisan
aritmetika dan barisan geometri. Suatu barisan
U1, U2, U3, ….. disebut barisan aritmetika
jika selisih dua suku yang berurutan adalah tetap. Nilai selisih yang tetap itu
disebut beda (b). Barisan aritmetika yang mempunyai beda positif disebut
barisan aritmetika naik, sedangkan jika bedanya negatif disebut barisan
aritmetika turun. Sedangkan suatu barisan U1, U2, U3,
….. disebut barisan geometri jika perbandingan dua suku yang berurutan adalah
tetap. Nilai perbandingan yang tetap itu disebut rasio (r). Adapun Djumanta
& Susanti (2008) menyebutkan bahwa suatu barisan U1, U2,
U3, ….., Un, Un+1 dinamakan barisan aritmetika
jika untuk setiap n bilangan asli memenuhi Un+1 – Un = Un
– Un-1 = …. = U2 – U1 = b.
Dalam barisan
aritmetika jika suku pertama (U1) = a dan beda suku yang berurutan
adalah b, maka suku ke-n barisan aritmetika dapat dirumuskan sebagai Un
= a + (n – 1)b. Sedangkan untuk barisan geometri jika suku pertama a dan rasio
r, maka rumus suku ke-n barisan geometri adalah Un = arn-1.
Selanjutnya
pengembangan dari barisan bilangan adalah deret bilangan. Deret bilangan adalah bentuk penjumlahan dari suku-suku
barisan tersebut. Dalam deret aritmetika jika suku pertama a dan beda b, maka
jumlah n suku pertama (Sn) dari deret aritmetika dirumuskan dengan Sn
=
n(a + Un)
atau Sn
=
n(2a + (n – 1)b).
Bangun Ruang Sisi Lengkung
Bangun ruang adalah
sebuah penamaan atau sebutan untuk beberapa bangun yang berbentuk tiga dimensi
atau bangun yang mempunyai ruang yang dibatasi oleh sisi-sisinya. Sedangkan
bangun ruang sisi lengkung adalah sebuah kelompok bangun ruang yang mempunyai
bagian-bagian yang berbentuk lengkungan.
Dalam
kurikulum 2013 materi bangun ruang sisi lengkung merupakan materi mata
pelajaran matematika kelas IX semester genap (semester enam).
Di dalam Permendiknas No. 37 tahun 2018 tentang kompetensi inti dan kompetensi
dasar pelajaran pada kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan
menengah, kompetensi dasar materi
ini meliputi (3.7) Membuat
generalisasi luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung (tabung,
kerucut dan bola) dan (4.7) Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan
dengan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung (tabung, kerucut,
dan bola) serta gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung. Dari dua
kompetensi dasar di atas dirinci ke dalam 3 materi,
yaitu (1) tabung; (2) keucut dan (3) bola.
Adapun dalam buku guru matematika
kelas 9 indikator pencapaian kompetensi pada materi ini meliputi:
3.7.1 Mengetahui definisi tabung,
kerucut dan bola.
3.7.2
Mengetahui jaring-jaring tabung dan kerucut.
3.7.3 Menentukan rumus luas
permukaan tabung, kerucut, dan bola.
3.7.4
Menentukan rumus volume tabung, kerucut dan bola.
4.7.1 Menentukan luas permukaan dari
gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung.
4.7.2 Menentukan volume dari
gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung.
4.7.2 Menyelesaikan masalah
sehari-hari berdasarkan hasil pengamatan yang terkait.
4.7.4 Menyelesaikan masalah
sehari-hari berdasarkan hasil pengamatan yang berkaitan dengan luas permukaan
dan volume bangun ruang sisi lengkung serta gabungan beberapa bangun ruang sisi
lengkung.
Tabung adalah bangun ruang sisi lengkung yang
dibentuk oleh dua buah lingkaran identik yang sejajar dan sebuah persegi panjang
yang mengelilingi kedua lingkaran tersebut. Tabung memiliki tiga sisi yakni dua
sisi datar dan satu sisi lengkung. Unsur-unsur tabung meliputi bidang alas (sisi alas) yang selanjutnya disebut
alas, bidang atas yang selanjutnya disebut tutup, dan bidang lengkung yang
selanjutnya disebut selimut tabung. Selain itu tabung mempunyai jari-jari alas
tabung dan diameter atau garis tengah alas tabung dan dua buah rusuk, yaitu
tepi lingkaran alas tabung dan tepi lingkaran tutup tabung.
Luas
tabung ekuivalen dengan jumlahan semua luas bangun penyusun dari jaring-jaring
tabung. Jaring-jaring tabung terdiri atas dua lingkaran dan satu persegi
panjang. Sedangkan volume tabung adalah hasil perkalian dari luas alas tabung
dengan tinggi tabung. Sehingga luas tabung dirumuskan dengan L = 2πr(r + t) dan
volume tabung V = πr2t, dengan r adalah jari-jari tabung dan t
adalah tinggi tabung.
Kerucut adalah bangun
ruang sisi lengkung yang dapat dibentuk dari tabung dengan mengubah tutup
tabung menjadi titik. Titik tersebut disebut dengan titik puncak. Kerucut
memiliki dua sisi, yaitu satu sisi datar dan satu sisi lengkung. Kerucut
merupakan limas dengan alas lingkaran. Unsur-unsur kerucut meliputi bidang alas (sisi alas) yang berbentuk lingkaran
dan bidang lengkung yang selanjutnya disebut selimut kerucut. Selain itu
kerucut memiliki jari-jari alas kerucut, diameter alas kerucut, garis pelukis
dan sebuah rusuk, yaitu tepi lingkaran alas kerucut yang merupakan garis perpotongan
selimut kerucut dengan bidang alas.
Luas permukaan kerucut ekuivalen dengan jumlahan semua luas bangun penyusun
dari jaring-jaring kerucut. Jaring-jaring kerucut terdiri atas satu lingkaran
dan satu selimut yang berbentuk juring. Sedangkan volume kerucut adalah
bagian dari volume tabung dengan jari-jari dan
tinggi yang sama. Sehingga luas permukaan kerucut dirumuskan dengan L = πr(r + s) dan volume kerucut V =
πr2t, dengan r adalah jari-jari
kerucut, t adalah tinggi kerucut dan s adalah garis pelukis kerucut
Silabus Matematika Kelas VIII
Kelas VIII
Alokasi waktu:
5 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Sikap
Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching) pada
pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan
pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat
digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik
lebih lanjut.
Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi
Keterampilan sebagai berikut ini.
|
Kompetensi Dasar
|
Materi Pembelajaran
|
Kegiatan Pembelajaran
|
|
3.1 Menentukan pola pada barisan bilangan dan
barisan konfigurasi objek
4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
pola pada barisan bilangan dan barisan konfigurasi objek
|
Pola Bilangan
· Pola
bilangan
· Pola
konfigurasi objek
|
· Mencermati
konteks yang terkait pola bilangan. Misal: penataan nomor alamat rumah,
penataan nomor ruangan, penataan nomor kursi, dan lain-lain.
·
Mencermati konfigurasi objek yang berkaitan dengan pola
bilangan. Misal: konfigurasi lingkaran atau batang korek api berbentuk pola segitiga
atau segi empat.
·
Mencermati keterkaitan
antar suku-suku pola bilangan atau bentuk-bentuk pada
konfigurasi objek
·
Melakukan eksperimen untuk
menggeneralisasi pola bilangan atau konfigurasi objek
·
Menyajikanhasil pembelajaran tentang pola bilangan
·
Memecahkan masalah yang berkaitan
dengan pola bilangan
|
|
3.2 Menjelaskan kedudukan titik dalam bidang
koordinat Kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual
4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
kedudukan titik dalam bidang koordinat Kartesius
|
Bidang Kartesius
· Bidang
Kartesius
· Koordinat suatu titik pada koordinat Kartesius
· Posisi titik terhadap titik lain pada koordinat
Kartesius
|
·
Mencermati letak suatu tempat atau benda pada denah. Misal: denah
sekolah, denah rumah sakit, denah kota
·
Mengumpulkan informasi
tentang kedudukan titik terhadap titik asal (0, 0) dan selain titik asal pada bidang koordinat Kartesius
·
Menyajikanhasil pembelajaran tentang koordinat Kartesius
·
Menyelesaikan masalah tentang
bidang koordinat Kartesius
|
PENILAIAN TENGAH SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 9 TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Kerjakan Soal Berikut dengn Cermat !


















